Perkembangan
teknologi informasi sangat dinamis. Dari tahun ke tahun, selalu muncul berbagai
teknologi baru yang dihasilkan oleh para pelaku riset guna menciptakan
efektifitas dan efisiensi dalam segala bidang kehidupan. Hingga sekarang ini,
banyak istilah yang muncul sebagai hasil dari penelitian terkait teknologi
informasi. Tentunya kita tidak asing dengan istilah Internet of Things, Smart City, Smart Industry dan kecanggihan
teknologi lainnya. Istilah-istilah tersebut tentu saja menghasilkan sebuah
keluaran atau output, yaitu data. Dengan masifnya penggunaan teknologi
tersebut, menghasilkan suatu data yang jumlahnya banyak dan besar. Hal itulah
yang disebut Big Data.
Mengutip
dari seorang pelaku Big Data, Ed
Dumbill, ketua program dalam o'reilly
Strata Conference “Big Data adalah data yang melebihi kapasitas pemrosesan sistem database
konvensional. Data
terlalu besar, bergerak terlalu cepat, atau tidak sesuai dengan penyempitan
arsitektur database Anda". Secara umum, Big Data
lebih dari soal ukuran; Big Data adalah
paradigma yang muncul dari data ukuran yang sangat besar (volume) dan
cepat in / out (kecepatan), dari berbagai sumber (keragaman), dan nilai tinggi
untuk ekstraksi pengetahuan dan pengambilan keputusan. Jenis dan jumlah data yang dikumpulkan telah tumbuh secara signifikan karena kemajuan
dalam teknologi. Oleh karena itu, big data menjadi
suatu hal yang menarik untuk dipelajari melihat betapa pentingnya peran Big
Data itu sendiri.
Secara luas, big data telah dimanfaatkan oleh banyak orang
sesuai dengan keperluannya. Sebagai contoh, Industri berbasis Internet sedang
menarik minat banyak pelaku perusahaan. Komunikasi, komputasi berbasis, dan
teknologi analitik Big Data, telah menerima banyak perhatian di bagian industri
karena potensinya untuk produksi industri lebih cerdas dan lebih efisien.
Dengan penggabungan perangkat cerdas, sistem cerdas, dan decisioning cerdas
dengan teknologi informasi terbaru. Industri berbasis internet akan
meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya dan limbah melalui ekonomi
industri menyeluruh.
|
|
Tujuan utama di balik
penggunaan data besar dalam suatu industri adalah untuk mengurangi kesalahan
dan biaya proses agar terciptanya suatu efisiensi, terutama yang berhubungan
dengan kualitas. Selain itu, untuk mewujudkan pabrik cerdas, di mana mesin dan sumber
daya berkomunikasi seperti dalam jaringan sosial. pabrik pintar tersebut akan
menghasilkan produk yang cerdas (produk pintar) yang tahu bagaimana mereka
telah diproduksi, dan akan mengumpulkan dan mengirimkan data seperti yang
digunakan; data ini dalam jumlah besar (big data) akan dikumpulkan dan
dianalisis secara real time.
Di Indonesia sendiri,
telah banyak perusahaan yang memanfaatkan teknologi big data, terutama dalam
data analitiknya. Bank Central Asia (BCA) melihat pengelolaan data besar yang
mereka miliki bisa menunjukkan profil risiko nasabah mereka. Hermawan Thendean
selaku Executive Vice President of Strategic Information Technology Group BCA,
menjelaskan mereka kini mulai menggunakan big data untuk melihat kebiasaan
debitur dalam mencicil utang. Dengan berbekal pemahaman terhadap pelanggannya,
mereka juga bisa menawarkan rumah dan investasi.
Lain lagi
pengalaman Iwan Joeniarto Executive Vice President of Maintenance & Fleet
Management PT Garuda Indonesia yang berbagi pengalamannya di kesempatan yang
sama.
Jika selama ini orang informasi dan teknologi (IT) sering hanya berkutat dengan bahasan teknis, kini ada tantangan dari big data yang membuat orang IT harus memahami marketing juga. "Data booking kami di Garuda ada 1.200 per hari, tapi yang bayar akhirnya sepertiganya saja, atau 400 orang. Hasil analisis big data, kami gunakan sebagai bagian dari pengambilan keputusan, apa yang salah dan kurang, juga menyusun profil untuk tingkatkan hubungan dengan pelanggan," jelasnya.
Jika selama ini orang informasi dan teknologi (IT) sering hanya berkutat dengan bahasan teknis, kini ada tantangan dari big data yang membuat orang IT harus memahami marketing juga. "Data booking kami di Garuda ada 1.200 per hari, tapi yang bayar akhirnya sepertiganya saja, atau 400 orang. Hasil analisis big data, kami gunakan sebagai bagian dari pengambilan keputusan, apa yang salah dan kurang, juga menyusun profil untuk tingkatkan hubungan dengan pelanggan," jelasnya.
Data analitik dalam Big
data adalah suatu ‘core’ atau hal mutlak yang harus dikuasai, terutama oleh
seorang lulusan IT yang ingin berkarir di bidang yang berhubungan dengan Big Data. Kaitan hasil analisis big data dengan pengambilan keputusan
tentu saja bukan hal remeh, diperlukan manajemen yang memang tidak khawatir
dengan perubahan. Pasalnya, kalaupun bagian analisis data sudah bekerja bagus,
tetapi masukannya tidak diterima dan tidak bisa dipraktikkan, akhirnya pun
sia-sia. Banyak topik terkait data
analitik yang bisa dijadikan suatu riset oleh mahasiswa untuk lebih mendalami
ilmu tentang Big Data mengingat peluang yang terbuka lebar sesuai penjelasan
diatas, apalagi saat ini kita sudah berada di era MEA atau pasar bebas dimana
persaingan semakin ketat bukan hanya dari lulusan Universitas di Indonesia
saja.
No comments:
Post a Comment