Sunday, November 4, 2018

BIG DATA: PELUANG SEBAGAI TUGAS AKHIR

Perkembangan teknologi informasi sangat dinamis. Dari tahun ke tahun, selalu muncul berbagai teknologi baru yang dihasilkan oleh para pelaku riset guna menciptakan efektifitas dan efisiensi dalam segala bidang kehidupan. Hingga sekarang ini, banyak istilah yang muncul sebagai hasil dari penelitian terkait teknologi informasi. Tentunya kita tidak asing dengan istilah Internet of Things, Smart City, Smart Industry dan kecanggihan teknologi lainnya. Istilah-istilah tersebut tentu saja menghasilkan sebuah keluaran atau output, yaitu data. Dengan masifnya penggunaan teknologi tersebut, menghasilkan suatu data yang jumlahnya banyak dan besar. Hal itulah yang disebut Big Data.

Mengutip dari seorang pelaku Big Data, Ed Dumbill, ketua program dalam o'reilly Strata Conference “Big Data adalah data yang melebihi kapasitas pemrosesan sistem database konvensional. Data terlalu besar, bergerak terlalu cepat, atau tidak sesuai dengan penyempitan arsitektur database Anda". Secara umum, Big Data lebih dari soal ukuran; Big Data adalah  paradigma yang muncul dari data ukuran yang sangat besar (volume) dan cepat in / out (kecepatan), dari berbagai sumber (keragaman), dan nilai tinggi untuk ekstraksi pengetahuan dan pengambilan keputusan. Jenis dan jumlah data yang dikumpulkan telah tumbuh secara signifikan karena kemajuan dalam teknologi. Oleh karena itu, big data menjadi suatu hal yang menarik untuk dipelajari melihat betapa pentingnya peran Big Data itu sendiri.

Secara luas, big data telah dimanfaatkan oleh banyak orang sesuai dengan keperluannya. Sebagai contoh, Industri berbasis Internet sedang menarik minat banyak pelaku perusahaan. Komunikasi, komputasi berbasis, dan teknologi analitik Big Data, telah menerima banyak perhatian di bagian industri karena potensinya untuk produksi industri lebih cerdas dan lebih efisien. Dengan penggabungan perangkat cerdas, sistem cerdas, dan decisioning cerdas dengan teknologi informasi terbaru. Industri berbasis internet akan meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya dan limbah melalui ekonomi industri menyeluruh.



Tujuan utama di balik penggunaan data besar dalam suatu industri adalah untuk mengurangi kesalahan dan biaya proses agar terciptanya suatu efisiensi, terutama yang berhubungan dengan kualitas. Selain itu, untuk mewujudkan pabrik cerdas, di mana mesin dan sumber daya berkomunikasi seperti dalam jaringan sosial. pabrik pintar tersebut akan menghasilkan produk yang cerdas (produk pintar) yang tahu bagaimana mereka telah diproduksi, dan akan mengumpulkan dan mengirimkan data seperti yang digunakan; data ini dalam jumlah besar (big data) akan dikumpulkan dan dianalisis secara real time.

Di Indonesia sendiri, telah banyak perusahaan yang memanfaatkan teknologi big data, terutama dalam data analitiknya. Bank Central Asia (BCA) melihat pengelolaan data besar yang mereka miliki bisa menunjukkan profil risiko nasabah mereka. Hermawan Thendean selaku Executive Vice President of Strategic Information Technology Group BCA, menjelaskan mereka kini mulai menggunakan big data untuk melihat kebiasaan debitur dalam mencicil utang. Dengan berbekal pemahaman terhadap pelanggannya, mereka juga bisa menawarkan rumah dan investasi.

Lain lagi pengalaman Iwan Joeniarto Executive Vice President of Maintenance & Fleet Management PT Garuda Indonesia yang berbagi pengalamannya di kesempatan yang sama.
Jika selama ini orang informasi dan teknologi (IT) sering hanya berkutat dengan bahasan teknis, kini ada tantangan dari big data yang membuat orang IT harus memahami marketing juga. "Data booking kami di Garuda ada 1.200 per hari, tapi yang bayar akhirnya sepertiganya saja, atau 400 orang. Hasil analisis big data, kami gunakan sebagai bagian dari pengambilan keputusan, apa yang salah dan kurang, juga menyusun profil untuk tingkatkan hubungan dengan pelanggan," jelasnya.

Data analitik dalam Big data adalah suatu ‘core’ atau hal mutlak yang harus dikuasai, terutama oleh seorang lulusan IT yang ingin berkarir di bidang yang berhubungan dengan Big Data. Kaitan hasil analisis big data dengan pengambilan keputusan tentu saja bukan hal remeh, diperlukan manajemen yang memang tidak khawatir dengan perubahan. Pasalnya, kalaupun bagian analisis data sudah bekerja bagus, tetapi masukannya tidak diterima dan tidak bisa dipraktikkan, akhirnya pun sia-sia.  Banyak topik terkait data analitik yang bisa dijadikan suatu riset oleh mahasiswa untuk lebih mendalami ilmu tentang Big Data mengingat peluang yang terbuka lebar sesuai penjelasan diatas, apalagi saat ini kita sudah berada di era MEA atau pasar bebas dimana persaingan semakin ketat bukan hanya dari lulusan Universitas di Indonesia saja.

No comments:

Post a Comment